Masyarakat sudah tidak asing lagi dengan kata EDM atau kepanjangan dari Electronik Dance Music. Terutama dikalangan muda sudah menjadi trend masa kini.
EDM dikenal orang sebagai musiknya orang dugem atau musik dance yang diproduksi oleh para Disc Jockey (DJ). EDM memang berhubungan dengan kehidupan malam, lampu dansa dan Disc Jockey atau produser musik elektronik.
Menurut Kevin Davies, PO Pemira Jurusan TIK yang menyukai music EDM sejak kuliah ini berpendapat EDM atau Electronic Dance Music adalah genre lagu yang sedang berada di tangga atas music seluruh dunia.
Namun EDM memiliki pengertian tersendiri. EDM atau Electronic Dance Music adalah produksi musik melalui berbagai instrument elektronik seperti syntheritzer, mini keyboard, turntable, mixer bass, dsb.
Sebenarnya EDM sudah ada cukup lama yang terus berkembang sejak tahun 1960-an hingga sekarang. Pada awal kedatangannya du tahun 1690-an instrument eketronik yang dipakai adalah bass dari beberapa syntheritzer. Di tahun ini EDM memang belum akrab di telinga pemusik. Namun band legendaris The Beach Boys yang bergenre music pop & rock menambahkan instrument elektronik ke dalam lagu A Good Vibratone (1966).
Pada tahun 1970-an music EDM mulai menggunakan alat-alat seperti synth, drum mechine, dll. Pada tahun ini genre yang sangat booming adalah electronic disco. Genre ini berkembang di daerah eropa terutama UK. Selanjutnya pada tahun 1980-an, produser mulai menggunakan 100% alat elektronik syntheliezer, squencer dan drum mechine. Genre yang popular pada tahun ini adalah Nu-Disco.
Pada era 1990-an di wilayah eropa terutama di jerman menjadi saksi kemunculan DJ dan produser music elektronika ternama. Salah satu nama penting dalam dunia EDM khususnya sub-genre music trance pada era itu adalah DJ Paul Van Dyk dengan musik yang terkenal, yaitu remix lagu Love Stimulation karya Humate daan single Paul yang berjudul For an Angle.
EDM mulai berkembang hingga era 2000-an dengan bermunculan sub-genre seperti trap (hiphop elektronik), dubslep, nu-disco, dan electro house. Beberapa DJ yang muncul pada era ini hingga sekarang dengan sub-genre nu-disco, yaitu Calvin Haris, David Guetta, Deadmau5, dan Avicii.
Sekarang, EDM tetap eksis dengan sub-genre dubstep menjadi sub-genre yang semakin dikenal di era 2010-an. Dubstep jadi music yang cukup digemari oleh berbagai kalanagan. Apalagi dengan kepopuleran skirillex dengan memproduksi dubstep dilagu First of The Year (Equincix).
Zedd adalah DJ asal jerman yang belum lama ini manggung di Djarta Warehouse Project pada tahun 2013 yang terkenal dengan lagunya yang berjudul Clarity yang berkolaborasi dengan foxes.
“Gak semua lagu EDM itu untuk dugem bisa jadi juga penyemangat atau hiburan saat tugas atau berkumpul bersama keluarga. Saat lagu Claritynya Zedd sedang booming dan sering gue putar di rumah sebagai hiburan sepupu gue yang masih kecil berumur 3 menjadi hafal dengan liriknya.” Ujar Rido Rizki, Pelajar SMAN 104 Jakarta.
Perkembangan EDM di Indonesia
Musik EDM juga mulai berkembang dan disukai oleh remaja Indonesia bahkan menjadi budaya bagi segelintir remaja yang hobi dugem atau menjadikan hobi dugem ini sebagai lahan pencari nafkah, seperti menjadi Disc Jockey (DJ).
EDM mulai berkembang di Indonesia sejak akhir 2008 ketika Djakarta Warehouse Project yang dipromotori Ismaya menggelar festival pertamanya. Project ini selalu diadakan akhir tahun di JIExpo Kemayoran, Jakarta dan biasanya menjadi celeneration day bagi para party goers seluruh Indonesia.
Sejak diadakannya DWP pada tahun 2008 musik EDM menjadi mooming di Indonesia dan terlebih lagi setiap tahun tiket DWP selalu habis sebelum acara berlangsung.
Setelah kemunculan DWP. Berbagai festival EDM mulai diselenggarakan di Indonesia seperti Dreamfields dan Ultra Music Festival yang kedua eventnya diselnggarakan di Bali.
Perkembangan EDM di Indonesia juga ditandai dengan kolaborasi Steve Aoki, salah satu DJ Internasional dengan Anger Dimas, DJ sekaligus produser music EDM lokal yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.
EDM asal Indonesia juga cukup digemari kalangan muda seperti Midnight Quickie, Dipha Barus, DJ Yasmin, Dimas Akira, hingga DJ yang sudah go international yaitu, Angger Dimas
Sayangnya masyarakat awam, menggap music EDM ini negatif karena berbau dengan bar, dickotik dan lantai dansa bahkan dikaitkan dengan minuman keras dan narkoba. Itu semua salah tergantung bagaimana cara sesorang menyikapinya.
Jika seorang penikmat EDM dan menyukai musiknya dengan berdansa sesuai dengan irama lagu semua hal negatif itu akan terhindar. Semua tergantung pribadi masing-masing. Malahan musik EDM mempunyai manfaat seperti memicu stamina dalam berolahraga, meingkatkan konsntrasi pada saat melakukan aktifitas, mengurangi tingkat depresi, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
“Just follow the music and don,t be drowned.” Pesan Kevin kepada seluruh penikmat music di dunia
Komentar
Posting Komentar