Aku iri kepada pagi dan malam,
Mereka dapat menerima walau tidak beriringan
Mereka bergantian namun saling menantikan
Mereka saling menantikan namun tidak menyakitkan.
Ah aku iri kepada pagi,
Aku iri kepada pagi yang dapat meluruhkan lara di malam hari
Kepada pagi yang selalu menimbulkan tawa
Dan kepada pagi, lara dan tawa pun dapat dapat berotasi
Aku juga iri kepada malam,
Kepada malam gelap yang selalu bisa menerima kelam
Kepada malam kelam yang selalu mencengkam
Dan kepada malam kelam yang selalu menanti surya, tanpa kepastian yang memungkinkan pengkhianatan
Komentar
Posting Komentar